MAN Lumajang– Pagi itu ada yang berbeda di kelas XI agama MAN Lumajang, suasana hangat mewarnai diskusi aliran kalam. Maklum saja pagi itu mata pelajaran ilmu kalam. Kalau biasanya diskusi hanya berjalan santai, tidak untuk kali ini. Kali ini diskusi berjalan hangat, karena yang didiskusikan adalah perdebatan pemikiran aliran Qodariyah dan Jabariyah  tentang kehendak dan perbuatan manusia.

Di sudut kelas tampak dengan berapi-api seorang siswa menyampaikan kalau yang sangat diterima akal adalah pemikiran qodariyah, karena konsep free will dan free act yang cenderung membuat pembaruan. Selain itu perdebatan juga hangat saat pemateri melempar pernyataan tentang dzat tuhan yang mampu dilihat diakhirat kelak. Yang sudah barang tentu hal itu mendapatkan tanggapan beragam dari peserta lain.

Presentasi Pemikiran Jabariyah dan Qodariyah

Ihwanul Muttaqin sebagai guru pembimbing menyampaikan kalau diskusi semacam ini akan ia praktekkan juga di kelas-kelas lain. “Ya, ilmu kalam butuh rasionalisasi, karena itu model belajarnya kita pake model diskusi kelompok. Sebagian presentasi dan yang lain menyimak kemudian didiskusikan”.

Mudah-mudahan generasi jurusan agama yang tergolong baru di MAN Lumajang benar-benar menjadi obat keringnya diskusi pemikiran Islam di MAN Lumajang._One

Leave a Comment